BANDUNG – Bobotoh. Apa arti Persib jika pendukung setia
tidak hadir “menemani” Persib Bandung bertanding di lapangan hijau?
Tidak ada yang namanya sayup-sayup. Bahkan, seluruh isi Stadion akan
terasa sunyi. Apalagi jika suatu pertandingan Maung Bandung – julukan
Persib – mendapat larangan penonton saat laga berlangsung.
Beberapa hari lalu diberitakan jumlah laga kandang Persib menempati
peringkat empat terbanyak. Rekor yang terbilang manis meski langkah
Matsunaga Shohei dkk tersendat-sendat musim ini. Tertahan di papan
tengah!
Total sebanyak 14 laga kandang, jumlah penonton yang terhitung yakni
237.269 orang. Atas hasil tersebut klub berjuluk Maung Bandung menempati
urutan keempat terbanyak setelah Arema Malang, Persipura Jayapura, dan
Persija Jakarta.
Jika mau lebih disiplin, jumlah penonton bisa saja lebih banyak. Sebab
musim ini dua partai kandang harus dijalani tanpa penonton. Pada saat
menjamu Arema FC di Stadion Siliwangi 23 Januari silam, oknum bobotoh
membuat pertandingan harus dihentikan. Akibatnya, dalam dua partai
berikutnya sanksi dijatuhkan bagi Persib.
Pentingnya peranan bobotoh rupanya disadari betul oleh PT Persib Bandung
Bermartabat (PT PBB) yang mengurusi Persib sejak 2009 silam. Tidak
heran, jika Wakil Direktur PT PBB Muhamad Farhan tertarik ketika
berwacana untuk membidik program yang menarik minat bobotoh, khususnya
pada Persib.
Sejauh ini Farhan memantau, basis pendukung Persib tidak hanya lagi di
kawasan Bandung. Hal itu memang sudah bisa dipahami karena semenjak
Sebab ada istilah jika bobotoh selalu mengiringi langkah Persib
dimanapun berada, di dalam dan luar kota Bnandung.
“Basis supporter terbesar di Jawa Barat tiga wilayah yakni Priangan
Barat dan Priangan Timur. Tapi, dari kawasan Pantura juga banyak
tersebar. Kita belum mengenal karakteristik wilayah tersebut. Bisa
dibilang, antusias bobotoh dari luar Bandung sangat tinggi,” kata
Farhan.
Kendati demikian, bobotoh sesungguhnya sudah lebih beragam saat ini.
Maksudnya, bukan hanya yang tertarik datang berbondong-bondong ke
Stadion, masyarakat pecinta Persib pada umumnya dapat menikmati
pertandingan Maung Bandung melalui siara televisi.
“Sudah tidak seekstrim waktu dulu. Ini diakibatkan banyak faktor,” cetus
lelaki yang dikenal berprofesi sebagai presenter tersebut.
Di musim ini, insiden larangan bermain di sisi lain membuat kerugian
bagi Persib. Dua partai kandang digelar tanpa penonton akibat
dijatuhkannya sanksi. Padahal, jika dua partai tersebut penuh atau
bahkan digelar di Stadion berkapasitas lebih banyak, bukan tidak mungkin
rekor diraih Persib.
Lebih lanjut Farhan menuturkan, tahun ini pihak PT PBB akan melakukan
survey untuk mengetahui minat bobotoh terhadap Persib musim ini.
“Caranya melakukan lewat sampling. Sebab, yang namanya bobotoh itu sudah
beragam, sehingga kita harus tahu apa sebenarnya ketertarikan pada
Persib di masa ini,” terangnya.
Meski sebatas wacana, Farhan sendiri belum berani membeberkan fakta
temuan yang ada sekarang ini. “Saya tidak berani mengklaim untuk hal
itu. Namun, ke depan akan dibuatkan program yang mampu menampung
aspirasi bobotoh,” pungkasnya.
Saat yang sama di musim ini tiga tim ISL mengundurkan diri di tengah
perjalanan dan hijrah ke Liga Primer Indonesia (LPI). Ketiga tim adalah
PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro. Tentunya, dengan
menyebrang ke kompetisi lain akan berdampak pada pendukung fanatik.
Bagi Farhan sendiri, menaggapi hal itu bukan hal yang patut ditakuti.
Sebab, dirinya yakin jika Persib tidak akan kehilangan bobotoh. Adapun
yang dilakukan yakni dengan mengembangkan usaha bisnis bagi kelangsungan
Persib.
Untuk tempat nongkrong misalnya, dibuatkan Kafe Persib di jalan
Sulanjana Bandung. Informasi seputar klub dapat diakses melalui jaringat
internet. Situs resmi klub saat ini yakni persib.co.id. penjualan
merchandise juga bisa dikases melalui situs tersebut. Namun, apakah itu
semua sudah representatif? Pantas dinantikan pelaksanaan dari wacana
tersebut.
(Huyogo Simbolon/Koran SI/wei)
Senin, 05 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar