Pages

Subscribe:

Senin, 05 Maret 2012

Bonek Tolak Kongres PSSI

SURABAYA - Ratusan bonek mania berunjuk rasa di depan Grahadi Surabaya. Mereka menolak kongres PSSI di Riau, karena di nilai tidak aspiratif, tidak terbuka untuk publik dan tidak demokratis. Selain itu aksi tersebut juga menuntut pemerintah untuk mengadili penjahat sepak bola Indonesia.

Dalam aksinya para bonek mania membawa replika bola dengan foto Ketua PSSI Nurdin halid. Para bonek tersebut berorasi dan membentangkan berbagai poster menolak kongres PSSI di Riau yang di nilai tidak aspiratif, penuh manipulasi dan tidak terbuka. Para Bonek juga meminta pemerintah untuk menangkap penjahat sepak bola, karena merugikan rakyat, khususnya persepak bolaan indonesia.

Menurut Andik Peci, selaku korlap aksi, kongres PSSI di Riau penuh rekayasa, hal ini terbukti bahwa Persebaya yang ikut di LPI tidak diundang untuk kongres, hal ini dinilai tidak adil.

Setelah melakukan aksinya, massa kemudian merusak bola raksasa yang di tempeli foto nurdin halid lalu menginjak-injaknya, sebagai bentuk kebencian terhadap rezim diktator PSSI.

Aksi tersebut menjadi tontonan warga yang melintas di kawasan Jalan Gubenur Suryo Surabaya dan menjadikan arus lalulintas di kawasan tersebut menjadi macet.
(Rahmat Ilyasan/SUN TV/wei)

7 Tim ISL Antre Gabung LPI

PADANG - Tujuh tim sepak bola yang berlaga di ISL ingin bergabung dalam laga Liga Primer Indonesia (LPI), dan malam ini penentuan siapa yang 7 tim sepak bola yang bergabung itu.

Menurut Vice President LPI Regional Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol, sampai saat ini ada tujuh klub yang berlaga Indonesia Super League (ISL) yang ingin bergabung dalam LPI namun ini perlu di seleksi.

“Tujuh tim yang antre tersebut, hanya satu yang diterima, namun itu kita rahasiakan, yang jelas tim yang diterima itu sesuai dengan prasyarat LPI, tapi tim yang diterima ini masih kita rahasiakan,” katanya usai pertemuan dengan Wali Kota Padang di rumah dinas, jalan Ahad Yani malam ini, Selasa (8/2/2011)

Lanjut Avian, tujuh tim yang ingin bergabung ini diantaranya Persib Bandung, Persija, Persik Kediri, PSMS Medan dan Persipura.

“Itulah diantara tim yang ingin bergabung, tapi yang kita terima masih kita rahasiakan,” katanya.

Dengan banyak tim yang bergabung di LPI makan ISL tahun depan

PSSI Rencanakan MoU Dengan Aljazair

JAKARTA - Jalinan kerja sama terus dilakukan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kali ini, federasi sepak bola tertinggi Tanah Air tersebut, menjalin kesepakatan dengan Federasi Sepak bola Aljazair (FAF).

Selain mendekatkan hubungan antar kedua federasi, PSSI dan FAF coba mengedepankan beberapa bentuk kesepahaman. Adapun salah satu kesepakatan adalah menyelenggarakan laga persahabatan antar kedua belah pihak.

"Ini merupakan ide dari Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Aljazair, Ahmad Ni'am Salim. Dia berinisiatif, bertemu Presiden FAF (Mohamed Raouraoua). Untuk itu kami sangat menyambut baik," ungkap Ketua Umum (Ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin, di Kantor PSSI, Jakarta.

PSSI Perlu Dukungan Pemerintah

JAKARTA – Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) membutuhkan peran pemerintah dan swasta guna mendongkrak prestasi sepak bola Indonesia. Saat ini peran pemerintah dinilai kurang maksimal.

"Upaya mewujudkan timnas meraih prestasi di tingkat internasional tidak cukup hanya mengandalkan PSSI," kata ketua Pengprov PSSI Kalimantan Barat Zulfadhli.

Dia mengatakan, hal itu terlihat dari minimnya pembangunan infrastruktur sarana olahraga. Bahkan, banyak lapangan sepak bola yang seharusnya bisa untuk bermain anak-anak, berubah jadi pusat perbelanjaan.

Padahal pembinaan sepakbola harus dimulai dari anak-anak. "Sekarang mau bermain sepak bola di mana anak-anak kita?" ujar Zulfadhli saat dihubungi wartawan kemarin.

Menurut dia, ke depan pemerintah harus lebih berperan dengan meningkatkan anggaran pembangunan sarana dan fasilitas sepakbola. "Karena itu saya harapkan KSN (Kongres Sepakbola Nasional) di Malang 30-31 Maret nanti juga menghasilkan rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah," ujar Zulfadhli.

Perseteruan Kulit Bundar Indonesia

ANIMO masyarakat terhadap persepakbolaan negeri ini bisa dibilang semakin tinggi, walaupun Timnas Indonesia belum bisa membuktikan prestasi tingkat dunia (World Cup). Banyak hal yang menjadi kendala persepakbolaan Indonesia hingga saat ini pun masih menimbulkan tanda tanya. Apakah karena mental dan sportivitas pemain yang kurang mendukung atau manajemen pengelola yang belum memaksimalkan kinerjanya?

Pada laga pertandingan Piala AFF Suzuki 2010 penggemar bola tanah air berharap besar kepada pasukan timnas Garuda Indonesia untuk meraih juara. Namun harapan itu kandas. Timnas Indonesia harus merelakan kekalahannya pada babak final atas timnas Malaysia. Kekalahan tersebut mengundang komentar dan kritikan pedas kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Nurdin Halid selaku ketua umum menjadi sasaran kekecewaan para suporter. Fisik pemain Indonesia yang jauh di bawah postur pemain nasional dunia yang mempunyai postur lebih tinggi pun diajukan sebagai alasan.Kendala semacam ini sebenarnya bisa diatasi dengan regenerasi dan seleksi pemain yang kompetitif dan memiliki postur yang standar atau mendekati pemain dunia. Namun hal demikian bukanlah menjadi alasan utama untuk meraih prestasi mengingat antusias dan semangat tim Garuda serta dukungan masyarakat sangat tinggi.

Dunia sepak bola Indonesia kini menanti pergantian pengurus PSSI yang saat ini masih dipimpin oleh Nurdin Halid. Dia dinilai gagal memajukan sepak bola Indonesia. Tidak hanya rakyat kecil yang bersuara agar Nurdin Halid segera lengser dari jabatannya, pemerintah pun ikut andil dan mendesak agar ketua umum PSSI dan jajarannya turun dari kepengurusannya.

Perseteruan antara Menpora Andi Mallarangeng dengan Nurdin Halid kian memanas. Keduanya saling menghujat. Andi Mallarangeng menyatakan, atas dasar kekecewaan masyarakat dan kegagalan PSSI membawa sepak bola nasional maka pemerintah tidak mengakui Nurdin Halid. Andi menilai Nurdin tidak kompeten memimpin PSSI dan tidak kompeten dalam kongres PSSI yang diselenggarakan di Riau. Ketika itu, kongres dibatalkan karena diwarnai kericuhan.

Menpora tidak hanya meyatakan sikapnya, akan tetapi fasilitas dan dana PSSI dicabut. Mendengar sikap Andi Mallarangeng, Nurdin Halid tidak tinggal diam. Dia merespons lebih keras dan menentang pernyataan Andi. Nurdin menilai, langkah Andi bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan Andi tidak pantas menjadi menteri.

Baan Gusur Krool Jadi Direktur Teknik

JAKARTA - Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak akan menggunakan jasa Ruud Krool sebagai direktur teknik. Sebagai gantinya, otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia itu meminta Rob Baan untuk mengisi posisi tersebut.

"Krool kurang cocok jadi direktur teknik," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (22/3/2010).

Dia mengatakan, berdasarkan rujukan Federasi Sepak bola Belanda (KNVB), Krool kurang pas untuk mengurusi persoalan teknik sepak bola, meski pengalamanya di bidnag tersebut sudah puluhan tahun. Untuk itu, otoritas sepak bola negeri kincir angin itu memberikan satu nama rekomendasi pengganti yakni Rob Baan. "Kita meminta kesiapan dari Baan," kata Besoes.

Sepak Bola sebagai Pembangunan Watak Bangsa

LUPAKAN prestasi. Lupakan Timnas yang kuat. Kita bangun adik-adik dan anak kita sebagai tim yang kuat untuk bangsa!

Pada dekade 60-an pada Asean Games dan Ganefo, Bung Karno pernah memperkenalkan ide olahraga sebagai salah satu pendorong pembangunan rasa nasionalisme atau kebangsaan dan juga sebagai alat untuk membentuk karakter bangsa (character building).

Sepak bola sebagai olahraga yang membutuhkan pemain yang banyak dan juga olahraga yang memiliki penggemar paling banyak memiliki efek yang besar bagi pembangunan watak bangsa atau yang dikenal luas adalah national character building.

Apa itu watak bangasa? Karakter atau watak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat: dasar. Semua permasalahan yang terjadi di Indonesia merupakan turunan dari watak yang buruk dari pemimpinnya dan tentunya terbentuk dari budaya rakyatnya yang buruk.

Solusi bagi Sepak Bola Indonesia

Bagaimana membudayakan watak tersebut? Proses pembinaan dalam sepak bola adalah kunci watak bangsa. Ditanamkannya, sikap pantang menyerah, bertanggung jawab, berfikir kompetitif, jujur, setia kawan, antusias, dan tentunya sportif dalam pembinaan sepak bola adalah sejumlah watak yang tercipta dari proses pembinaan Sepak bola.

Penulis yang sedang mengambil studi di Eropa, melihat bagaimana anak-anak baik laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok umur dibina karakternya melalui sepak bola. Pembinaan berjenjang dan menyeluruh merupakan system yang ada disini harus dicontoh untuk pembangunan watak bangsa Indonesia.

Kementerian Pendidikan Nasional, pemerintah daerah, KONI, dan PSSI merupakan poros dalam proyek pembangunan watak bangsa melalui PSSI. Kementerian Pendidikan Nasional dan pemerintah daerah menyiapkan fasilitas yang representative di sekolah-sekolah dan fasilitas umum agar proses ini bisa berjalan.

Departemen pendidikan secara khusus menyiapkan syllabus atau program agar materinya bias seragam dan terintegrasi dalam pembangunan karakter bangsa secara sistematik. Secara khusus peran pemerintah daerah adalah menggulirkan kompetisi berjenjang mulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. KONI dan PSSI menyiapkan syllabus kepelatihan, standart kepelatihan, wasit dan kompetisi di level nasional seperti divisi utama sampai di bawahnya. Sepak bola membutuhkan peran aktif dari segenap institusi yang ada di Indonesia.
 
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com