Pages

Subscribe:

Senin, 05 Maret 2012

Arema Bertempur di Legalitas

MALANG - Mendekati batas waktu yang ditetapkan PSSI yakni 20 September, manajemen Arema FC yang berseteru semakin gencar melakukan ‘serangan’. Kemarin, kedua kubu sama-sama mengeluarkan senjata bernama legalitas.

Kubu Rendra Kresna menyodorkan fakta proses perpindahan tangan Arema FC dari tangan Lucky Adrianda Zaenal. Kubu Lucky tak mau kalah dan mengeluarkan balasan dengan menguak mundurnya Rendra Kresna dari posisi Bendahara Arema.

Lucky menegaskan, saat ini sebenarnya sudah tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan, apabila semuanya kembali kepada legalitas yang ada. Legalitas tersebut, tentunya mengacu kepada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pada September 2009 dan Januari 2010.

Pada rapat tersebut diputuskan beberapa hal penting. Termasuk, pengunduran diri Darjoto Setiawan sebagai Pembina Yayasan Arema, serta Rendra Kresna sebagai bendahara yayasan. “Waktu itu Pak Rendra (Rendra Kresna) memang mengundurkan diri secara resmi. Kalau memang tidak mengundurkan diri, harusnya beliau membuat surat resmi bahwa memang tidak mengundurkan diri. Bukan hanya lisan saja,” terangnya.

RUPS yang terjadi, juga tidak pernah membahas soal perubahan direksi di tubuh PT Arema Indonesia. Padahal, perubahan direksi harus ditetapkan melalui RUPS.

Selain meminta kembali berpijak kepada legalitas. Pria yang menghabiskan sebagian besar umur hidupnya untuk mengurus Arema ini mengaku, konflik yang terjadi harus diserahkan kepada PSSI sebagai lembaga induk. “Sebagai bapak, PSSI-lah yang memiliki kewenangan untuk menetapkan, siapa pengurus Arema yang sah,” tegasnya.

Apabila PSSI tidak turun tangan, tentunya persoalan ini akan sulit diselesaikan. Mengingat, masing-masing pihak terus ngotot merasa dirinya paling benar. “Repot, kalau masing-masing pihak sudah bilang pokoke,” ujarnya.

Terkait keberadaannya sekarang yang berada di kubu Muhammad Nur, kata Lucky, lebih dikarenakan oleh faktor legalitas yang harus ditegakkan, serta keberadaannya sebagai pemegang saham yang sah. Meskipun, saham yang dimiliki hanya satu lembar, yakni 7% dari total saham Arema.

Konflik yang terjadi saat ini, menurut Lucky salah satunya dipicu oleh keluarnya Darjoto Setiawan dari posisi Pembina Yayasan Arema. Apabila Darjoto tetap berada di posisi Pembina, dia yakin konflik ini tidak akan berlarut-larut. “Waktu take over dari saya ke PT Bentoel, ada janji dari Bentoel waktu itu bahwa Bentoel akan membawa Arema sampai kapan pun,” kenangnya.

Sementara, kubu Rendra Kresna juga mengeluarkan press release melalui Media Officer Sudarmaji. Pada intinya, rilis tersebut menjelaskan bahwa Arema FC sudah diserahkan ke publik setelah lepas dari PT Bentoel Prima yang sempat mengelola selama enam tahun.

Menurut mantan Dirut PT Bentoel Prima Darjoto Setiawan, pengelolaan Arema berakhir setelah PT Bentoel diambilalih PT BAT. Pihak Bentoel sudah menyerahkan Arema kepada publik. Ketika itu, sebagai wakil publik adalah Rendra Kresna dan Iwan Kurniawan.

Baik Darjoto maupun Satrija juga mempertegas bahwa Bentoel secara penuh, sudah membeli Arema dari Lucky Acub Zaenal. “Rendra Krisna sudah memiliki bukti hitam diatas putih atas penyerahan Arema Fc ke publik,” ungkap Darjoto Setiawan dalam rilis tersebut.

Darjoto katanya, waktu itu melakukan take over secara penuh. Boleh dikatakan, Arema benar-benar sudah menjadi milik PT Bentoel yang kemudian diserahkan kepada Rendra dan Iwan Kurniawan.

Pihak Rendra Kresna juga sudah bertemu dengan Darjoto dan Satrija Budi Wibawa di Jakarta. Pertemuan itu terjadi sebelum Rendra berangkat ke Amerika Serikat untuk tugas belajar. Darjoto sangat mendukung sepenuhnya ketika Arema dikelola oleh para kepala daerah di Malang Raya.

“Saat itu Pak Darjoto sangat senang ketika Arema dikelola para kepala daerah karena merupakan representasi Malang Raya,” jelas Sudarmaji. Sebab, dengan begitu, Arema tidak akan kemana-mana. Akan tetap menjadi milik warga Malang Raya.

Jika saat ini terdapat orang atau kelompok yang menyebut dirinya pemilik Aremadan berhak mengelola Arema, lanjut Sudarmaji, sebaiknya dikembalikan kepada sejarah. “Ini semua demi Arema dan kami melakukan yang terbaik untuk Arema. Semua Arema tahu itu,” ungkap mantan wartawan ini.

Sementara itu, sekitar 3.000 Aremania hari ini rencanananya menggelar aksi turun jalan mendukung kepengurusan Rendra Kresna. Belum diketahui Aremania dari kelompok mana saja yang bakal melakukan aksi, namun pihak Kepolisian Resort Kota Malang sudah siap menerima laporan dan menerjunkan anggota untuk pengamanan.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/wei)

Lawan Persija, Konsentrasi Jadi Kunci Persela

LAMONGAN - Persela Lamongan membutuhkan konsentrasi tinggi kala menjamu Persija Jakarta di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (9/6/2011) nanti malam. Konsentrasi menjadi problem serius tim berjuluk Laskar Joko Tingkir belakangan ini.

Merekam dua pertandingan sebelumnya kontra Persipura Jayapura dan Arema FC, konsentrasi tim asuhan Subangkit amburadul. Ironisnya, kendornya konsentrasi merata dari sektor depan hingga lini pertahanan. Jika itu terjadi lagi, maka bencana bakal kembali menghampiri Persela.

Pertahanan tim biru laut kecolongan dengan sepele saat kalah tipis dari dua raksasa tersebut. Kondisi diperparah hilangnya libido membobol jala lawan. Semua striker yang telah dimainkan, tak satu pun bisa menembus kebuntuan. Subangkit pun pantas panik.

“Ini pertandingan kandang yang sepatutnya bisa dimenangkan. Saya tak ingin melihat pemain hilang konsentrasi seperti sebelumnya. Secara umum tim tak ada perubahan besar, hanya saja kita butuh perbaikan secara non teknis (konsentrasi),” tutur Subangkit.

Selain membenahi konsentrasi pemain, Subangkit juga dihadapkan problem cedera Radouanne Barkaoui dan Kim Young Han. Jika belum bisa diturunkan, maka harapan satu-satunya hanya pada Zulham Zamrun, karena penyerang lain performanya kurang menjanjikan.

Sebuah kemenangan bakal sangat berarti bagi Laskar Joko Tingkir. Selain menjaga posisi di papan klasemen Indonesia Super League, juga untuk memperbaiki kepercayaan diri tim. Performa yang menanjak di putaran dua, musnah dengan dua kekalahan beruntun.

Berbicara calon lawan, Subangkit tak menaruh perhatian khusus. Ia melihat hampir semua pemain yang dimiliki Macan Kemayoran mempunyai potensi merepotkan. Dengan kekuatan yang merata, Subangkit mengakui timnya masih kalah mentereng dibanding calon lawan.

“Persija tetap tim yang dipenuhi pemain bintang. Apalagi sekarang mereka ditangani Rahmad Darmawan dan berada di papan atas. Sulit untuk bisa memenangkan pertandingan, tapi saya yakin tak mustahil mengalahkan Persija,” sambung Subangkit.

Di laga ini, Mustafic Fachrudin bisa dimanfaatkan untuk membocorkan karakter permainan mantan timnya. Ya, sebelum berkostum Persela, musim lalu gelandang bertahan asal Singapura ini sempat memperkuat Persija Jakarta dan hafal karakter beberapa pemain yang masih bertahan di sana.

Terpisah, arsitek Persija Rahmad Darmawan (RD) juga membutuhkan progres penampilan untuk bisa mengambil minimal satu poin di Surajaya. Dirinya mengakui kemenangan tipis 1-0 saat menghadapi Pelita Jaya tak sepenuhnya mewakili pernampilan di lapangan.

Ia melihat ada sejumlah pemain yang masih kedodoran, baik secara fisik maupun kedisiplinan. “Butuh perbaikan. Kita menang di pertandingan sebelumnya, tapi bukan berarti di Lamongan lebih mudah. Justru ini jauh lebih sulit,” tutur RD.

Mantan pelatih Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC ini melihat kegelisahan Persela menjadi tanda bahaya bagi timnya. Bisa jadi tuan rumah bakal tampil habis-habisan untuk membayar lunas dua kekalahan sebelumnya. Kekalahan itu juga dinilai RD bukan karena Persela buruk.

“Persela kalah dari tim-tim besar. Persoalannya bukan karena mereka main jelek, tapi lawan yang dihadapi memang bagus. Saya akan menginstruksikan agar pemain selalu disiplin, karena hampir semua tim kesulitan meraih angka di Surajaya,” lanjutnya.

Persija sangat berambisi mendapatkan angka sempurna untuk mengamankan posisi sebagai runner up ISL. Kendati saat ini masih nangkring di posisi kedua, tapi tim lain di bawahnya seperti Arema FC dan Semen Padang berpeluang menyalip.

Prakiraan Formasi Pemain:

Persela Lamongan (4-3-3): I Komang Putra (gk), Jainal Ichwan, Fabiano Beltrame, Charis Yulianto, Dedi Indra (belakang), Jimmy Suparno, Mustafic Fachrudin, Gustavo Lopez (tengah), Aris Alfiansyah, Zulham Zamrun, Feru Ariawan (depan).

 Persija Jakarta (4-2-2): Hendro Kartiko (gk), Leo Saputra, Eric Bayemi, Precious, Ismed Sofyan (belakang), M Ilham, Oliver Makor, Tony Sucipto, M Nasuha (tengah), Bambang Pamungkas, Greg Nwokolo (depan). (Kukuh Setiawan/Koran SI/acf)

Kesempatan Terakhir Persela

LAMONGAN - Persela Lamongan bakal melakoni laga kandang terakhir di Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 meladeni PSPS Pekanbaru, sore nanti. Laga di Stadion Surajaya ini sekaligus menjadi kesempatan terakhir Persela memetik kemenangan di akhir musim.

Ya, kesempatan terakhir. Sebab dua laga sisa diprediksi bakal sulit karena dilakukan di kandang Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Praktis pasukan Subangkit harus mati-matian di laga nanti untuk mengobati kekecewaan setelah tak pernah menang di tiga laga terakhir.

"Kita menginginkan kemenangan di pertandingan besok (hari ini). Penampilan tim kurang memuaskan di akhir musim dan manajemen ingin pemain bekerja keras di pertandingan kandang terakhir nanti," kata Asisten Manajer Persela Lamongan Yuhronur Efendi.

Ekspektasi manajemen berbanding lurus dengan Pelatih Subangkit. Setelah hanya memetik satu angka di tiga laga terakhir, pelatih asal Pasuruan ini ingin timnya mempersembahkan happy ending untuk supporter setia, LA Mania.

Harapan Laskar Joko Tingkir juga didukung fakta bahwa kekuatan calon lawan masih di bawah Persija Jakarta yang ditahan imbang 0-0. PSPS juga tengah murung setelah sebelumnya menderita kekalahan 4-3 di kandang Deltras Siroarjo, Gelora Delta.

Tapi Subangkit mengingatkan, ekspektasi tinggi jangan sampai membuat pemain terbebani. "Kita bermain tak sesuai harapan. Saya ingin pemain tetap fokus tanpa memandang bagaimana kekuatan lawan. PSPS bisa mengejutkan," ucap Subangkit.

Ungkapan itu merujuk pada hasil 4-3 di Gelora Delta. Kendati kalah, tim Djumafo Epandi dkk terbukti masih bisa menceploskan tiga gol ke gawang tuan rumah. Inilah yang dimaksud Subangkit soal potensi kejutan yang mungkin ditunjukkan lawan.

Dari sisi pemain, tampak perubahan hanya terjadi di lini depan. Radouanne Barkaoui yang tak efektif saat menghadapi Persija, mungkin bakal merelakan posisinya digeser Zulham Zamrun saat Kim Young Han kondisinya meragukan.

Formasi 4-5-1 sangat mungkin dirombak karena Persela sangat butuh kemenangan dibanding bermain aman. Kembali ke skema 4-3-3 menjadi pilihan paling bijaksana karena karakter pemain Persela lebih nyetel dengan skema ini.

"Pada intinya formasi tak banyak berbeda dan bisa berubah tergantung situasi di lapangan. Yang jelas kami akan menyerang dan terus menekan. Tak ada rencana bermain aman atau bertahan," demikian Subangkit.

Sementara, Pelatih PSPS Abdulrahman Gurning mengakui timnya akan menghadapi tekanan tak kalah berat di Surajaya. Tapi pihaknya mengaku tak merasa minder walaupun baru saja menderita kekalahan di Gelora Delta Sidoarjo.

"Saya tak berharap terlalu muluk. Hanya menginginkan tim bisa bermain minimal seperti saat menghadapi Deltrs. Kalau bisa lebih baik lagi. Soal hasil, kita lihat bagaimana di lapangan nanti," tutur Abdulrahman yang mengaku kekuatan timnya dengan Persela cukup berimbang.

Optimisme PSPS tampaknya tak didukung komposisi yang sempurna. Pasalnya Patrice Dzekou bakal absen karena akumulasi kartu kuning. Sang pelatih masih berpikir keras mencari ganjal yang sepadan di lapangan tengah.

Kendati pertemuan di putaran pertama silam dimenangkan PSPS 2-1, namun Abdulrahman mengaku tak mudah mengulang prestasi itu. Salah satu penyebabnya adalah motivasi Persela yang dianggapnya berlipat di pertandingan terakhir di depan supporter.

Ia memprediksi Persela bakal bermain ngotot dan berupaya menekan sejak awal laga. Untuk itu Abdulrahman memilih bermain dengan serangan balik seperti yang ditunjukkan di Sidoarjo. Strategi itu lumayan jitu karena ia memiliki penyerang cepat macam Djumafo dan April Hadi.

Prakiraan Formasi Pemain:
Persela Lamongan (4-3-3): I Komang Putra (gk), Jainal Ichwan, Fabiano Beltrame, Charis Yulianto, Dedi Indra (belakang), Jimmy Suparno, Mustafic Fachrudin, Gustavo Lopez (tengah), Aris Alfiansyah, Zulham Zamrun, Feri Ariawan (depan).

PSPS Pekanbaru (4-4-2): Fance Harianto (gk), Sulaiman Nasution, Armand Bossoken, M Isnaini, Dedi Gusmawan (belakang), Putut Waringinjati, Shin Hyun Joon, Dede Suhandra, Danil Junaidi (tengah), Djumafo Epandi, April Hadi (depan).
(Kukuh Setiawan/Koran SI/hmr)

Bobotoh Sebagai Bagian Roda Ekonomi Persib

BANDUNG – Bobotoh. Apa arti Persib jika pendukung setia tidak hadir “menemani” Persib Bandung bertanding di lapangan hijau? Tidak ada yang namanya sayup-sayup. Bahkan, seluruh isi Stadion akan terasa sunyi. Apalagi jika suatu pertandingan Maung Bandung – julukan Persib – mendapat larangan penonton saat laga berlangsung.

Beberapa hari lalu diberitakan jumlah laga kandang Persib menempati peringkat empat terbanyak. Rekor yang terbilang manis meski langkah Matsunaga Shohei dkk tersendat-sendat musim ini. Tertahan di papan tengah!

Total sebanyak 14 laga kandang, jumlah penonton yang terhitung yakni 237.269 orang. Atas hasil tersebut klub berjuluk Maung Bandung menempati urutan keempat terbanyak setelah Arema Malang, Persipura Jayapura, dan Persija Jakarta.

Jika mau lebih disiplin, jumlah penonton bisa saja lebih banyak. Sebab musim ini dua partai kandang harus dijalani tanpa penonton. Pada saat menjamu Arema FC di Stadion Siliwangi 23 Januari silam, oknum bobotoh membuat pertandingan harus dihentikan. Akibatnya, dalam dua partai berikutnya sanksi dijatuhkan bagi Persib.

Pentingnya peranan bobotoh rupanya disadari betul oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) yang mengurusi Persib sejak 2009 silam. Tidak heran, jika Wakil Direktur PT PBB Muhamad Farhan tertarik ketika berwacana untuk membidik program yang menarik minat bobotoh, khususnya pada Persib.

Sejauh ini Farhan memantau, basis pendukung Persib tidak hanya lagi di kawasan Bandung. Hal itu memang sudah bisa dipahami karena semenjak Sebab ada istilah jika bobotoh selalu mengiringi langkah Persib dimanapun berada, di dalam dan luar kota Bnandung.

“Basis supporter terbesar di Jawa Barat tiga wilayah yakni Priangan Barat dan Priangan Timur. Tapi, dari kawasan Pantura juga banyak tersebar. Kita belum mengenal karakteristik wilayah tersebut. Bisa dibilang, antusias bobotoh dari luar Bandung sangat tinggi,” kata Farhan.

Kendati demikian, bobotoh sesungguhnya sudah lebih beragam saat ini. Maksudnya, bukan hanya yang tertarik datang berbondong-bondong ke Stadion, masyarakat pecinta Persib pada umumnya dapat menikmati pertandingan Maung Bandung melalui siara televisi.

“Sudah tidak seekstrim waktu dulu. Ini diakibatkan banyak faktor,” cetus lelaki yang dikenal berprofesi sebagai presenter tersebut.

Di musim ini, insiden larangan bermain di sisi lain membuat kerugian bagi Persib. Dua partai kandang digelar tanpa penonton akibat dijatuhkannya sanksi. Padahal, jika dua partai tersebut penuh atau bahkan digelar di Stadion berkapasitas lebih banyak, bukan tidak mungkin rekor diraih Persib.

Lebih lanjut Farhan menuturkan, tahun ini pihak PT PBB akan melakukan survey untuk mengetahui minat bobotoh terhadap Persib musim ini. “Caranya melakukan lewat sampling. Sebab, yang namanya bobotoh itu sudah beragam, sehingga kita harus tahu apa sebenarnya ketertarikan pada Persib di masa ini,” terangnya.

Meski sebatas wacana, Farhan sendiri belum berani membeberkan fakta temuan yang ada sekarang ini. “Saya tidak berani mengklaim untuk hal itu. Namun, ke depan akan dibuatkan program yang mampu menampung aspirasi bobotoh,” pungkasnya.

Saat yang sama di musim ini tiga tim ISL mengundurkan diri di tengah perjalanan dan hijrah ke Liga Primer Indonesia (LPI). Ketiga tim adalah PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro. Tentunya, dengan menyebrang ke kompetisi lain akan berdampak pada pendukung fanatik.

Bagi Farhan sendiri, menaggapi hal itu bukan hal yang patut ditakuti. Sebab, dirinya yakin jika Persib tidak akan kehilangan bobotoh. Adapun yang dilakukan yakni dengan mengembangkan usaha bisnis bagi kelangsungan Persib.

Untuk tempat nongkrong misalnya, dibuatkan Kafe Persib di jalan Sulanjana Bandung. Informasi seputar klub dapat diakses melalui jaringat internet. Situs resmi klub saat ini yakni persib.co.id. penjualan merchandise juga bisa dikases melalui situs tersebut. Namun, apakah itu semua sudah representatif? Pantas dinantikan pelaksanaan dari wacana tersebut.
(Huyogo Simbolon/Koran SI/wei)

Misi Menembus Dosa Persebaya

SURABAYA - Kekalahan menyakitkan Persebaya dari Persiba Bantul pekan lalu masih menyisa di benak Persebaya. Hanya satu jalan untuk bisa menghapus kekalahan menyakitkan itu, yakni membayarnya dengan sebuah kemenangan saat melawat ke kandang Persijap jepara, Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (6/2) malam.

Di laga nanti tiga poin menjadi harga mati bagi Persebaya. Bukan sekadar menghapus luka kekalahan di pertandingan sebelumnya melawan Persiba, namun juga pembuka jalan bagi Persebaya bisa kembali bersaing di jajaran papan atas. Maklum, saat ini Andik Vermansyah hanya bercokol di peringkat ke enam klasemen sementara Indonesia Premier League (IPL).

Melihat posisi Persebaya yang terlempar dari zona lima besar, Manajer Persebaya Saleh Hanifah mewajibkan pemainnya tampil ngotot agar bisa membawa pulang tiga poin penuh. “Kami datang ke Jepara bukan untuk main-main, tapi harus bisa meraih tiga poin. Meski di kandang lawan, tapi kami yakin bisa mengalahkan lawan,” cetusnya.

Di atas kertas Persebaya memang tidak akan kesulitan meringkus Persijap, tim penghuni juru kunci klasemen. Dari empat laga yang sudah dijalani, Laskar Kelinyamat belum pernah meraih kemenangan. Bahkan di kandang sendiri, tim asuhan Agus Yuwono itu hanya bermain imbang melawan Persema Malang 1-1.

Selain itu, Persebaya juga tampil dengan kekuatan penuh. Satu-satunya pemain absen hanya Mat Halil yang terpaksa ditinggal karena mengalami cedera. Pelatih Persebaya Divaldo Alves jelas tak ingin kembali membuat kecewa manajemen. Apalagi pria asal Portugal itu juga terancam kehilangan kursi pelatih.

Bukan tidak mungkin, jika gagal meraih kemenangan apalagi sampai kalah maka gelombang desakan agar Divaldo dipecat bakal semakin menguat. “Saya masih tetap optimistis dengan kekutan Persebaya, tiga poin bisa kita dapatkan jika semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Untuk merealisasikan target tiga poin, Divaldo mengaku tidak akan merubah karakter menyerang. Namun komposisi pemain, khususnya di lini tengah akan mengalami perubahan. Amaral yang dipertandingan sebelumnya diparkir bakal diturunkan sebagai starter berduet dengan Taufik menopang dua gelandang serang Rendy Irawan dan Mario Karlovic.

Di lini depan, Persebaya tidak akan banyak pilihan dengan tetap mengandalkan Andik Vermansyah dan Andrew Barisic. Sedangkan di belakang duet Otavio Dutra dan Revillino kemungkinan besar juga dipertahankan sebagai tembok di depan gawang Persebaya yang bakal dikawal Endra Pras. Satu-satunya yang masih menjadi misteri adalah pengganti Mat Halil di sektor sayap kanan. Sebab, Divaldo masih menyimpan dua pilihan antara Yusuf Hamzah atau Khomad Suharto.

Kubu Persijap sendiri mengaku tidak gentar menghadapi ancaman Persebaya. Sebaliknya tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu berkoar bakal menjadikan Persebaya korban pertama. “Secara teknik dan fisik sekarang tinggal kesiapan mental saja. Ini momen bagi Persijap untuk meraih kemenangan pertama,” kata Pelatih Persijap Agus Yuwono.

Kondisi Persijap sendiri nyaris tanpa masalah. Hanya satu pemain Diva Tarkas yang absen lantaran akumulasi kartu kuning. Persijap juga akan meladeni penampilan menyerang Persebaya dengan menempatkan tiga penyerang di lini depan. Trio Noorhadi, Julio Lopez, dan I Made Wirahadi bakal menebar momok di kotak penalti Persebaya.

Khusus Made Wirahadi bisa jadi akan lebih termotivasi dalam pertandingan nanti. Sebab, dia merupakan pemain buangan dari Persebaya akibat sering didera cedera dan gagal masuk tim inti. Kekuatan Persijap tidak hanya di lini depan. Di lini tengah meraka juga punya beberapa pemain sarat pengalaman seperti Jose Sebastian dan gelandang asal Korsel Kim Sang Duk.

Persijap (4-3-3)

M Yasir (gk), Banakken Bassoken, Danan Puspito, Anam Sahrul, Nurul Huda, Jose Sebastian, Noorhadi, I Made Wirahadi, Julio Lopez
Pelatih : Agus Yuwono
Persebaya (4-3-3)

Endra Pras (gk), Otavio Dutra, Revelino, Khomad Suharto, Erol Iba, Taufiq, Amaral, Mario Karlovic, Andik Vermansyah, Rendy Irawan, Andrew Barisic
Pelatih : Divaldo Alves
(Kukuh Setiawan (Koran Sindo)/Koran SI/fit)

Jelang Persibo vs Bontang FC Menang atau Semakin Terbenam

BOJONEGORO - Dua tim di zona maut bakal bertarung di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, Kamis (11/11/2010) sore. Persibo Bojonegoro yang berstatus tuan rumah bakal menjamu Bontang FC yang juga sama-sama berpredikat tim papan bawah.

Bagi kedua tim, pertandingan ini sarat makna, mengingat mereka butuh tambahan angka untuk keluar dari wilayah relegasi. Terutama bagi tuan rumah Persibo yang masih betah menjadi juru kunci klasemen sementara dengan dua poin.

Bagi Persibo, pertandingan besok adalah segalanya. Jika bisa menang, maka nafas mereka bisa sedikit agak penjang di lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2010-2011. Sebaliknya, Laskar /Angling Dharma bisa semakin terbenam di kubangan degradasi.

Tuan rumah sangat menyadari hal itu. Pelatih Sartono Anwar dengan gamblang mengakui dirinya tak mempunyai banyak pilihan. Hanya satu skenario yang bakal dijalankan di lapangan, yakni menyerang, mencetak gol dan memetik kemenangan.

"Kalau gagal menang, harapan untuk naik ke posisi yang lebih baik semakin menipis. Jadi pemain harus menyadari kesempatan ini dengan bermain bagus dan menang. Bagaimana prosesnya dan skor berapa pun saya tidak peduli, yang penting menang," ujar Sartono Anwar, Rabu (10/11/2010).

Secara teknis, tidak ada kendala serius di tubuh tim oranye. Sartono kemungkinan tak bisa memainkan bek Sumardi (akumulasi kartu kuning) dan striker Dicky Firasat (sakit). Namun itu diperkirakan tak menganggu keseimbangan tim.

Untuk melapis Sumardi, Sartono bisa memakai jasa Aang Suparman atau M Hamzah. Sedangkan lini depan tetap memunculkan kekuatan terbaik, yakni duo Samsul Arif dan Eugene Dadi. Pola 4-4-2 hampir pasti masih menjadi favorit Sartono, dengan motor serangan tertumpu pada Victor Da Silva.

Satu yang menjadi perhatian adalah konsentrasi pemain. Setidaknya dua kali Persibo gagal menggapai target meraih poin karena konsentrasi pemain yang kurang stabil. Unggul lebih dulu, namun Persibo gagal mempertahankan keunggulan.

"Itulah masalahnya. Saya tak henti meminta pemain agar bermain stabil. Setelah unggul, seharusnya kita berjuang lebih keras untuk mempertahankan keunggulan itu. Tapi saya yakin kalau pemain sudah meraih kemenangan, kita lebih bagus di pertandingan berikutnya," tandas Sartono.

Gairah tuan rumah ini membuat kubu Bontang FC ekstra waspada. Memang, kalau bicara target, tim asuhan Fachry Husaini rupanya tak terlalu berambisi. Satu poin sudah dianggap mewah walaupun secara teknis kekuatan Persibo tak jauh beda dengan Ali Khaddafi dkk.

Fachry menyebut faktor lokasi pertandingan menjadi penyemangat tersendiri bagi tuan rumah. "Kalau masih bermain di Kediri (Stadion Brawijaya) mungkin kita lebih mudah. Tapi Persibo sekarang sudah bisa bermain di Bojonegoro. Saya yakin lebih susah," ujar Fachry.

Selain itu, Persibo juga sangat bernafsu memenangkan pertandingan untuk pertama kalinya di ISL 2010/2011. Maklum, dibanding semua kontestan kompetisi musim ini, hanya Persibo satu-satunya tim yang belum mencicipi kemenangan.

Jadi, melihat fakta tersebut, satu poin sudah dianggap bagus bagi Bontang FC walau itu belum mampu mengentaskan mereka dari kubangan degradasi. "Saya tidak ingin membebani tim dengan target terlalu tinggi. Realistis saja, yang penting bisa tercapai," sebut Fachry.

Dirinya berharap pertandingan berjalan fair, karena selama ini Bontang FC merasa sering dihantui faktor non teknis. Apalagi ketika bertanding di luar kandang. Realita itu sebenarnya tak berbeda jauh dengan Persibo yang sempat dipanggil PSSI karena komentar soal wasit di Malang.

Terkait kondisi lapangan Stadion Letjen H Soedirman yang baru, pelatih berusia 45 tahun tersebut mengaku cukup puas. Artinya, walaupun baru proses renovasi, kondisi lapangan sudah bagus dan layak digunakan. Tim Bontang FC sendiri telah menjajal lapangan stadion kemarin pagi.

Prakiraan Susunan Pemain:

Persibo Bojonegoro (4-4-2):
Syaifudin (gk), Aang Suparman, Eduardo Bizarro, Aries Tuansyah, Nur Hidayat (belakang), Smalet Nurcahyo, Cucu Hidayat, Victor Da Silva, M Irfan (tengah), Eugene Dadi, Samsul Arif (depan)

Bontang FC (4-5-1):
Ade Mochtar (gk), Arbadin, Georges Nyobe, Sardianata, Iqbal Samad (belakang), Satoshi Otomo, Rahman Abu Bakar, Rifky Ekaputra, Iswadi Syukur, Ali Khaddafi (tengah), Kenji Adachihara (depan)
(Kukuh Setiawan/Koran SI/van)

Persijap Hujan Kartu Kuning

JEPARA – Hujan kartu kuning melanda kubu Persijap. Sampai laga keenam melawan Persiwa baru-baru ini, sudah 11 kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk para punggawa Jepara. Dari 11 kartu kuning tersebut, tiga pemain masing-masing Gendut Dony, Evaldo Silva, dan Gustavo Guti menerima dua kartu dan harus menjalani hukuman satu pertandingan.

Beruntung, ketiga pemain itu sudah terbebas dari hukuman akumulasi. Sehingga saat melawan Persisam pada 10 November mendatang bisa dimainkan kembali. Sedangkan, lima kartu kuning lainnya diterima Danan Puspito, Anggo Julian, Risky Novriansyah, Khanif Muhajirin, dan Youn Sung-min.

Pelatih Persijap Suimin Diharja mengaku bisa memahami banyaknya kartu kuning yang diterima pasukannya. Dia mengatakan, saat ini timnya masih dalam proses pemulihan moral bertanding. Selain itu, Suimin juga tengah memasukkan karakter permainan Persijap yang keras namun tetap sportif.

”Namun, sejumlah pemain masih ada yang belum bisa memahami membedakan antara permainan keras dan permainan kasar. Sehingga ada beberapa pemain yang mendapat kartu karena hal-hal yang tidak sprtif,” kata Suimin.

Menurutnya, ada kartu kuning yang memang layak diterima pemain dan itu ”menguntungkan” untuk tim. Namun, tidak jarang ada juga kartu kuning akibat perbuatan bodoh. Misalnya menarik kaus lawan, bertengkar dengan lawan, atau protes berlebihan pada wasit. Kartu kuning jenis inilah yang tidak bisa ditolerir.

”Saya tidak menyalahkan pemain melakukan tackling untuk menghentikan lawan. Namun, itu harus dilakukan dengan teknik yang baik. Tidak ada niat mencederai lawan. Sehingga, wasit tidak perlu mencabut kartu dari kantungnya,” imbuh dia.

Terpisah, Wakil Sekretaris Tim Persijap Nurjamil mengatakan, pihaknya sudah mulai mengangsur denda kartu kuning ke PT Liga Indonesia. Dia menjelaskan, tim membayar denda sebesar Rp3 juta untuk seorang pemain yang telah mendapat dua kartu kuning. Jadi, kalau pemain baru mendapat satu kartu kuning, belum dihitungkan dendanya.

”Kami membayar denda setelah pemain mendapat kartu kuning kedua atau ketiak pemain mendapat kartu merah dalam satu pertandingan,” ujarnya.

Sejauh ini, Persijap mulai mengangsur denda tersebut. Sebelum kick off  melawan Persisam, 10 November mendatang semua denda tersebut harus telah terbayarkan. Denda ini untuk membayar dua kartu kuning yang masing-masing diterima Evaldo Silva, Gendut Dony, dan Gustavo Guti.

Di Persijap, lanjut Nurjamil, seluruh kartu kuning yang diterima pemain menjadi tanggung jawab manajemen. Baik kartu kuning yang memang layak diterima pemain. Maupun disebabkan kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan pemain.

”Sempat ada wacana akan dibedakan. Kartu kuning yang dikarenakan kesalahan tidak perlu, akan dipotongkan dari gaji pemain. Namun, kebijakan ini dikhawatirkan membuat penampilan pemain di lapangan menjadi canggung. Akhirnya, kami memutuskan membayar seluruh denda kartu kuning yang diterima pemain,” terang Nurjamil.

Kartu Kuning Persijap <!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Risky Novriansyah
1
-
Danan Puspito
1
-
Khanif Muhajirin
1
-
Anggo Julian
1
-
Youn Sung-min
1
-
Gendut Dony
2
Terbebas Hukuman
Evaldo Silva
2
Terbebas Hukuman
Ferly La’ala
2
Terbebas Hukuman
Enjang Rohiman
2
Terbebas Hukuman
Gustavo Guti
2
Terbebas Hukuman
(Sundoyo Hardi/Koran SI/msy)
 
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com